Membaca kode busi, butuh ketelitian

Posted: 31 Januari 2013 in TEKNOLOGI

Membaca kode busi, butuh ketelitian

Secara umum, busi punya bentuk sama. Semua pemercik api ini juga mempunyai tanda-tanda khusus yang memiliki makna berkaitan dengan tipe dan fungsinya. Secara umum, tanda-tanda ini terkelompokkan dalam delapan bagian.

Bagian yang menandakan diameter ulir, pada busi NGK diberikan kode dengan hurf A, B, C dan D. Huruf A untuk busi bergaris tengah 18 mm, B (14 mm), C (10 mm) dan D (12 mm). Sedangkan ukuran panjangnya ditandai dengan huruf E, EF, FS, H, EH, L, S dan Z. Kisaran panjangnya antara 9,5 mm – 21 mm.

Meski busi NGK hanya mengenal empat ukuran garis tengah, namun jenis konstruksi studnya justru lebih beragam. Data menyebutkan, bahwa jumlah konstruksi stud busi NGK mencapai 27 jenis. Konstruksi ini juga ditandai huruf A – Z.

Ilustrasi busi

Sedang kode ketebalan busi NGK dibagi enam macam. Kode F menunjukkan ketebala 14,19 mm dengan hexagonal 16 mm, G (14,19 mm dengan hexagonal 20,6 mm), J (12,19 mm dengan hexagonal 19 mm), M (10,19 mm dengan hexagonal 16 mm), T (14,17 mm dengan hexagonal 16 mm) dan PTR5A-13 (14,25 mm dengan hexagonal 16 mm).

NGK juga memproduksi busi dengan delapan macam kerenggangan atau gap. Jarak kerenggangan ini ditandai dengan angka 8 20, yang masing-masing bermakna jarak kerenggangannya mulai dari 0,8 mm hingga 2,0 mm.

Sementara itu, produsen busi Denso juga mempunyai kode sendiri. Sama seperti NGK, kode yang busi Denso juga ditandai dengan huruf dan angka. Seperti huruf W yang merupakan kode diameter ulirnya 14 mm, X : 12 mm dan U : 10 mm.

Sedangkan angka merupakan kode kolerasi panas pada busi. Pada merek Denso, kode dimulai dari angka 9 hingga 37. Semakin kecil angka, berarti menunjukkan tipe busi panas, dan sebaliknya semakin tinggi angka menunjukkan tipe busi dingin.

Denso juga memberi kode pada produknya huruf S yang menerangkan bahwa konduktor pada busi terbuat dari bahan tembaga atau bahan standar. Kode untuk bentuk elektroda diberi huruf U. Sedangkan angka 9 merupakan angka celah ideal anoda agar busi dapat bekerja maksimal (9 : 0,9mm, 8 : 0,8mm).

 

Sumber: Otosia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s