Tradisi Sungkeman

Posted: 4 November 2012 in SENI DAN BUDAYA
Tradisi Sungkeman

Salah satu budaya Jawa yang patut kita ketahui adalah tradisi sungkeman. Tradisi sungkeman ini menjadi ciri khas bagi masyarakat Jawa, dimana acara sungkeman biasanya diadakan untuk melengkapi acara tertentu misalnya acara pernikahan. Arti sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan.

Tradisi sungkeman ini dapat kita jumpai di masyarakat Jawa pada moment tertentu misalnya pada hari raya lebaran atau dalam
pesta pernikahan. Makna sungkeman merupakan wujud bakti anak kepada orang tua sekaligus sebagai tanda hormat anak kepada orang yang dianggap sebagai orang yang dituakan.

Dalam perkembangannya sekarang ini budaya sungkeman semakin jarang kita temukan, padahal filsafah sungkeman ini memiliki makna yang sangat bagus dan patut kita tanamkan pada generasi penerus agar mereka senantiasa mengingat betapa budaya Jawa senantiasa menjunjung tinggi bakti tulus kepada orang tua.

Tata Cara Sungkeman

Cara Sungkeman
Tradisi sungkeman merupakan adat lama yang dijaman sekarang ini semakin jarang dijumpai, cara sungkeman hari raya lebaranatau cara sungkem pernikahan sebenarnya tidak harus terpaku pada ayat tertentu.

Misalnya di daerah Jawa, kata kata sungkem pernikahan yang di ucapkan mungkin saja berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

Seperti kita ketahui, sekarang ini semakin jarang kita jumpai tradisi sungkeman di saat hari raya, mungkin anak atau cucu yang liburan dan pulang ke kampung halaman terlalu asik menikmati cuti mereka, sehingga adat sungkem kepada orang tua sering dilupakan.

Pada umumnya adat sungkeman dilakukan pada saat lebaran pertama, seorang cucu yang ingin sungkem kepada neneknya akan menghadap sang nenek dan duduk bersimpuh didepan nenek, sedangkan cucu biasanya mengucapkan kata kata sungkeman kepada nenek, misalnya kalimat sungkeman dalam bahasa Jawa “mbah, kulo matur dhumateng simbah meniko badhe ngaturaken sedoyo dosa kalepatan kulo, mugi-mugi simbah kerso paring pangapuro dhumateng kulo, mboten kesupen kulo nyuwun donga pangestu saking simbah“.

Nah, itulah contoh kata kata sungkem di hari raya dari sang cucu kepada neneknya. Anda juga bisa merangkai perkataan sendiri, yang terpenting adalah niat kita tulus. Dan sembari berkata tersebut kita bersujud taklim kepada orang tua, serta mencium tangannya.

Jika anda berniat menghadap orang tua atau orang yang dituakan dan ingin menghaturkan sujud sungkem kepadanya, silahkan pandai-pandai menyusun kata-kata yang pantas. Atau untuk keperluan sungkeman pernikahan, cara yang dilakukan adalah hampir sama dan dapat anda sesuaikan sendiri.

source

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s