Siasat Saat Bayi Menolak Makan

Posted: 20 September 2012 in INFOTAINMENT

Bayi seringkali menola,k saat orangtuanya ingin menyuapi makanan. Hal lumrah ini umumnya mulai terjadi saat bayi berumur 8-10 bulan. Namun, orangtua tidak perlu patah semangat maupun sedih dengan penolakan itu.

“Hormati kehendak dan kemauan anak dengan tidak memaksanya,” kata Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia Nia Umar dalam seminar Golden Standard for Golden Periode di Jakarta, Sabtu (4/8/2012).

Penolakan bayi untuk makan ini bisa dipicu banyak hal, mulai dari sedang tidak mau makan, sakit, gigi sedang tumbuh, bosan dengan menu yang ditawarkan, jenuh dengan rutinitas makan, atau trauma dipaksa makan.

Banyak orangtua menyiasati bayi yang enggan makan dengan memberikan mereka susu kaleng yang diklaim mengandung zat gizi lengkap atau mengencerkan makanan agar lebih mudah masuk ke mulut bayi. Adapula yang mengatasinya dengan mengajak anak makan sambil jalan-jalan atau menonton televisi.

“Itu justru tindakan keliru,” tegasnya. MP-ASI terbaik adalah makanan keluarga sehari-hari yang dibuat sendiri dengan kandungan gizi seimbang.

Makan sambil jalan-jalan disekitar rumah justru tidak sehat karena membuat makanan bayi rentan terkena bakteri dan kotoran. Sementara menonton televisi akan membuat bayi tidak konsentrasi makan, sehingga lupa akan makanan yang dimakannya.

Orangtua, lanjut Nia, perlu membuat suasana makan yang menyenangkan bagi anak, seperti mengajak mereka menyiapkan makanan atau menggunakan alat-alat makan kesukaan mereka. Variasi menu makanan juga perlu diperhatikan.

Sebaiknya bayi makan dalam pangkuan orangtua. Jika ada kursi makan bayi, bayi dapat didudukkan pada kursi. Makan bersama keluarga akan lebih memberi semangat dan contoh pada bayi untuk makan.

“Sesekali berjalan atau menonton televisi sebentar tidak apa, yang penting suasana makan yang dirasakan bayi menyenangkan. Tapi, jangan hal itu dijadikan kebiasaan,” tambah dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Ayu Anggraeni Dyah Purbasari.

Nia menambahkan percakapan antara orangtua dan anak selama makan juga perlu dijaga. Menyuapi anak bukan sekedar memasukkan makanan ke mulut bayi tetapi menjalin kontak batin antara orangtua dan anak.

Anak perlu diperkenalkan makan sendiri sejak berumur sembilan bulan. Sangat wajar jika di awal-awal mereka kemudian mengacak-acak makanan yang diberikan atau memunguti makanan yang berserakan disekitarnya.

“Ini proses belajar anak, hargai itu,” ujarnya. Orangtua hanya perlu memastikan keamanan anak dan mengajarkan mereka cara makan yang benar secara perlahan-lahan. Jika dibiasakan anak akan mampu makan sendir sejak dinii.

source

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s